Sabtu, 28 September 2019

TARKIZUL QURAN


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuuh...

Haii fellas, how was your day?semoga hari-hari kalian selalu dilimpahkan keberkahan ya. Rasanya udah cukup lama gue absen nulis di blog. Salah satu sebabnya adalah gue lagi rajin nulis di tumblr hahaha. Tapi emang kebanyakan yang ditulis di tumblr hanya remah-remah keresahan yang datang silih berganti aja sih. Oke kali ini gue pengen mengabadikan sebuah pengalaman yang..... hm cukup berkesan menurut gue. Btw, gue sudah niat untuk up pengalaman ini dari 1 bulan lalu. Tapi ya qadarullah baru bisa sekarang. Semoga tidak basi ya! Haha

Jadi di akhir bulan Agustus kemarin itu, gue mengikuti sebuah kegiatan yang....ga jauh beda sama kegiatan yang pernah gue ikutin sebelumnya. Yap. Semacam kegiatan dauroh Quran singkat gitu. Tapi ada bedanya. Kalo biasanya gue ikut dauroh itu jadi peserta, nah kali ini gue diminta jadi pembimbing/musyrifah/ustazah. Kalo biasanya gue yang setoran,kali ini gue jadi yang nerima setoran hafalan hehe. Sejujurnya sih, belom pantes rasanya. Ilmu masih dikit, hafalan masih belom komplit, muroja’ahnya juga sakit-sakit. Tapi karena memang kurang sdm dan ya gue seneng aja kalo ada kegiatan semacam ini. Karena gue juga tetep bisa menikmati berinteraksi sama quran dan bertemu dengan para penghafal Quran.

Jadi pesertanya itu siswa-siswi  MAN 22 Jakarta. Salah satu MAN favorit di Jakarta Barat. Mungkin totalnya ada sekitar 300an siswa dengan 20 musyrif/musyrifah. Gue sangat mengapresiasi pihak sekolah yang telah bersedia membuat kegiatan semacam ini dengan fasilitas yang masyaAllah .. bisa dibilang cukup mewah. Tapi sayangnya terlalu singkat. Hanya 2 hari 1 malem. Kalo seminggu pasti lebih seru hehe.



Karena mereka anak-anak SMA, ga beda jauh lah usianya sama gue hehe, jadi Alhamdulillah asik-asik aja. Ada diantara mereka yang hafalannya sudah diatas 10 juz dan tak sedikit juga yang masih 1 atau 2 juz. Tapi semangat mereka luar biasa. Tabarakallah..




Disana, gue banyak merenung juga. Merenung tentang diri gue sendiri. Yang masih banyak alpa nya. Masih ga konsisten muroja’ahnya. Melihat temen-temen dari MAN 22 itu, gue jadi inget betapa dulu gue juga memiliki kemauan yang kuat untuk menjadi penghafal Quran. Semangat yang membuncah dalam dada untuk bisa ikut dauroh dan semacamnya. Kalo berkaca sama diri gue yang sekarang, malu rasanya. Dan saat itu, gue harus juga memotivasi mereka tentang bagaimana berproses untuk menjadi penjaga kalam-Nya. Sebuah proses yang panjang, yang jalannya dipenuhi rasa lelah dan air mata...tapi juga dipenuhi nikmat yang luar biasa.




Pada akhirnya selalu ada pelajaran dalam sebuah perjalanan. Dari dari perjalanan itu gue belajar, ketika kita sudah memutuskan untuk berada di lintasan mimpi yang kita pilih, ketika kita sudah berani memulai maka kita juga harus berani menyelesaikan apa yang kita mulai. Membuat mimpi itu murah, tapi memimpikannya yang mahal. Maka bergegaslah ! Selamat mendaki ke langit !




© Andromeda Nida
Maira Gall