Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuuh...
Haii
fellas, how was your day?semoga hari-hari kalian selalu dilimpahkan keberkahan
ya. Rasanya udah cukup lama gue absen nulis di blog. Salah satu sebabnya adalah
gue lagi rajin nulis di tumblr hahaha. Tapi emang kebanyakan yang ditulis di
tumblr hanya remah-remah keresahan yang datang silih berganti aja sih. Oke kali
ini gue pengen mengabadikan sebuah pengalaman yang..... hm cukup berkesan
menurut gue. Btw, gue sudah niat untuk up pengalaman ini dari 1 bulan lalu.
Tapi ya qadarullah baru bisa sekarang. Semoga tidak basi ya! Haha
Jadi
di akhir bulan Agustus kemarin itu, gue mengikuti sebuah kegiatan yang....ga
jauh beda sama kegiatan yang pernah gue ikutin sebelumnya. Yap. Semacam
kegiatan dauroh Quran singkat gitu. Tapi ada bedanya. Kalo biasanya gue ikut
dauroh itu jadi peserta, nah kali ini gue diminta jadi
pembimbing/musyrifah/ustazah. Kalo biasanya gue yang setoran,kali ini gue jadi
yang nerima setoran hafalan hehe. Sejujurnya sih, belom pantes rasanya. Ilmu
masih dikit, hafalan masih belom komplit, muroja’ahnya juga sakit-sakit. Tapi
karena memang kurang sdm dan ya gue seneng aja kalo ada kegiatan semacam ini.
Karena gue juga tetep bisa menikmati berinteraksi sama quran dan bertemu dengan
para penghafal Quran.
Jadi
pesertanya itu siswa-siswi MAN 22
Jakarta. Salah satu MAN favorit di Jakarta Barat. Mungkin totalnya ada sekitar
300an siswa dengan 20 musyrif/musyrifah. Gue sangat mengapresiasi pihak sekolah
yang telah bersedia membuat kegiatan semacam ini dengan fasilitas yang
masyaAllah .. bisa dibilang cukup mewah. Tapi sayangnya terlalu singkat. Hanya
2 hari 1 malem. Kalo seminggu pasti lebih seru hehe.
Karena
mereka anak-anak SMA, ga beda jauh lah usianya sama gue hehe, jadi
Alhamdulillah asik-asik aja. Ada diantara mereka yang hafalannya sudah diatas
10 juz dan tak sedikit juga yang masih 1 atau 2 juz. Tapi semangat mereka luar
biasa. Tabarakallah..
Disana,
gue banyak merenung juga. Merenung tentang diri gue sendiri. Yang masih banyak
alpa nya. Masih ga konsisten muroja’ahnya. Melihat temen-temen dari MAN 22 itu,
gue jadi inget betapa dulu gue juga memiliki kemauan yang kuat untuk menjadi
penghafal Quran. Semangat yang membuncah dalam dada untuk bisa ikut dauroh dan
semacamnya. Kalo berkaca sama diri gue yang sekarang, malu rasanya. Dan saat
itu, gue harus juga memotivasi mereka tentang bagaimana berproses untuk menjadi
penjaga kalam-Nya. Sebuah proses yang panjang, yang jalannya dipenuhi rasa
lelah dan air mata...tapi juga dipenuhi nikmat yang luar biasa.
Pada
akhirnya selalu ada pelajaran dalam sebuah perjalanan. Dari dari perjalanan itu
gue belajar, ketika kita sudah memutuskan untuk berada di lintasan mimpi yang
kita pilih, ketika kita sudah berani memulai maka kita juga harus berani
menyelesaikan apa yang kita mulai. Membuat mimpi itu murah, tapi memimpikannya
yang mahal. Maka bergegaslah ! Selamat mendaki ke langit !



