Selasa, 31 Juli 2018

CORETAN KEBAHAGIAAN


    Terkadang,kebahagiaan tidak melulu harus di ekspresikan dengan tawa. Terkadang,air mata yang justru hadir melengkapi sebuah kebahagiaan. Itu wajar bukan?ah aku benci sekali mengatakannya,tapi begitulah kenyataannya.

          Waktu berlari begitu cepat,tanpa pernah peduli apa yang dilakukan manusia terhadapnya. Manusia seringkali berandai untuk bisa mengulang waktu atau bahkan mencoba menghentikan waktu. Ketahuilah,itu hanya sia-sia belaka.

          Aku sedang tidak baik-baik saja. Aku sedang berada dintara sedih dan bahagia. Tapi akan ku pastikan,bahagia yang akan menang. Aku sedang mengumpulkan alasan untuk tetap bahagia. Akan ku pastikan untuk menutup semua celah dengki dan hasad,agar kebahagiaan itu mengalir tulus dan menghasilkan kebahagiaan lainnya.

          Aku ingin kecewa,ah tapi rasanya aku tidak berhak untuk itu. Aku ingin mengakatan ‘jangan pergi’,ah tapi rasanya itu terlalu egois. Aku hanya butuh sedikit waktu untuk bisa kembali seperti semula. Coretan kebahagiaan yang ia tinggalkan dalam lembaran buku ku,sudah lebih dari cukup. Ah aku benci diriku yang seperti ini,seperti bukan aku. Tapi biarlah,kelak aku akan belajar dari apa yang pernah ku lalui. Anggap saja ini angin ujian. Bukan kah pohon kelapa dikatakan kuat setelah ia berhasil tidak tumbang ketika diterpa angin?
© Andromeda Nida
Maira Gall