Mendengar kabar tersebut, Umar langsung
berangkat dari Madinah menuju Jerusalem. Sang khalifah berangkat dengan hanya
berkendara keledai dengan ditemani satu orang pengawal. Setibanya di Jerusalem,
Umar disambut oleh Sophronius yang benar-benar merasa takjub dan kagum dengan
sosok pemimpin muslim satu ini. Salah seorang yang paling berkuasa di muka bumi
kala itu, hanya menyandang pakaian sederhana yang tidak jauh berbeda dengan
pengawalnya.
Selasa, 19 Desember 2017
SANG PENAKLUK AL QUDS PART 1
Penaklukan Al Quds Pada Zaman Khalifah Umar Bin Khattab RA
Bermula dari sebuah perang yang diberi nama perang Ajnain,yaitu perangantara kaum muslimin yang saat itu dimpin oleh Abu Ubaidah bin Jarrah dibawah kekhalifahan Umar bin Khathab dengan pasukan Romawi yang dipimpin oleh panglima Arthabun.
![]() |
| masjid Al Aqsa pada masa khalifah Umar bin Khathab |
Bermula dari sebuah perang yang diberi nama perang Ajnain,yaitu perangantara kaum muslimin yang saat itu dimpin oleh Abu Ubaidah bin Jarrah dibawah kekhalifahan Umar bin Khathab dengan pasukan Romawi yang dipimpin oleh panglima Arthabun.
Rabu, 13 Desember 2017
MENGAKU CINTA
by Hanifah Nida
Mengaku cinta...
Tapi sering aku lalai mengikuti sunnah mu
Makan minum berdiri juga menggunakan tangan kiri
Mengaku cinta...
Tapi seringkali aku enggan untuk tersenyum
,malas menyapa dan melukai hati sesama
Mengaku cinta...
Tapi seringkali ku dahulukan urusan dunia
dan mengakhirkan sang pencipta
Mengaku cinta...
Tapi seringkali lisan ini lebih mudah menghakimi orang lain,
berkata kotor dan bermuka masam
Padahal engkau meminta kami untuk berkata baik atau diam
Mengaku cinta..
Tapi seringkali menuntut ilmu dengan sergap
Namun lupa untuk beradab
Menggguyoni para cendekia
demi meluapkan tawa.
Aku mencintai mu,sungguh...
Serpihan doa selalu ku sisipkan
Semoga cintaku padamu bukan hanya di lisan,
Yaa Rasulullah...
Mengaku cinta...
Tapi sering aku lalai mengikuti sunnah mu
Makan minum berdiri juga menggunakan tangan kiri
Mengaku cinta...
Tapi seringkali aku enggan untuk tersenyum
,malas menyapa dan melukai hati sesama
Mengaku cinta...
Tapi seringkali ku dahulukan urusan dunia
dan mengakhirkan sang pencipta
Mengaku cinta...
Tapi seringkali lisan ini lebih mudah menghakimi orang lain,
berkata kotor dan bermuka masam
Padahal engkau meminta kami untuk berkata baik atau diam
Mengaku cinta..
Tapi seringkali menuntut ilmu dengan sergap
Namun lupa untuk beradab
Menggguyoni para cendekia
demi meluapkan tawa.
Aku mencintai mu,sungguh...
Serpihan doa selalu ku sisipkan
Semoga cintaku padamu bukan hanya di lisan,
Yaa Rasulullah...
Langganan:
Postingan (Atom)
