Selasa, 31 Juli 2018

CORETAN KEBAHAGIAAN


    Terkadang,kebahagiaan tidak melulu harus di ekspresikan dengan tawa. Terkadang,air mata yang justru hadir melengkapi sebuah kebahagiaan. Itu wajar bukan?ah aku benci sekali mengatakannya,tapi begitulah kenyataannya.

          Waktu berlari begitu cepat,tanpa pernah peduli apa yang dilakukan manusia terhadapnya. Manusia seringkali berandai untuk bisa mengulang waktu atau bahkan mencoba menghentikan waktu. Ketahuilah,itu hanya sia-sia belaka.

          Aku sedang tidak baik-baik saja. Aku sedang berada dintara sedih dan bahagia. Tapi akan ku pastikan,bahagia yang akan menang. Aku sedang mengumpulkan alasan untuk tetap bahagia. Akan ku pastikan untuk menutup semua celah dengki dan hasad,agar kebahagiaan itu mengalir tulus dan menghasilkan kebahagiaan lainnya.

          Aku ingin kecewa,ah tapi rasanya aku tidak berhak untuk itu. Aku ingin mengakatan ‘jangan pergi’,ah tapi rasanya itu terlalu egois. Aku hanya butuh sedikit waktu untuk bisa kembali seperti semula. Coretan kebahagiaan yang ia tinggalkan dalam lembaran buku ku,sudah lebih dari cukup. Ah aku benci diriku yang seperti ini,seperti bukan aku. Tapi biarlah,kelak aku akan belajar dari apa yang pernah ku lalui. Anggap saja ini angin ujian. Bukan kah pohon kelapa dikatakan kuat setelah ia berhasil tidak tumbang ketika diterpa angin?

Sabtu, 28 April 2018

ONE STEP CLOSER


Setiap dari kita pasti pernah membuat bangunan mimpi bukan?entah mimpi itu dituliskan,dibicarakan dengan kawan-kawan dan keluarga atau sekalipun mimpi itu hanya memenuhi kepala kita. Kita semua pasti tau,yang terpenting dari sebuah bangunan mimpi adalah pondasinya --yaitu niat kita-- lalu langkah demi langkah untuk mewujudkannya. Beberapa hari yang lalu,gue baru saja membuat langkah awal untuk mewujudkan bangunan mimpi yang pernah gue bangun.

Selasa, 17 April 2018

KAMU & PTN

Hari ini,tanggal 17 April 2018 adalah hari yang cukup menegangkan bagi siswa kelas 12 yang mendaftar ptn lewat jalur rapor (SNMPTN). Saat ini,sebagian dari kita mungkin ada yang loncat2 kegirangan atau sujud syukur atas diterimanya di ptn. Sebagian lagi mungkin ada yang sedang menangis dalam pelukan orangtua,memohon maaf karena belum bisa seperti yang mereka harapkan. Mungkin juga,sebagian kecil dari kita juga ada yang baik-baik saja tidak diterima di ptn,walau tidak sepenuhnya baik.

Jumat, 13 April 2018

Curhat ba'da UN

Malam ini terasa tenanggg,setenang diri ini setelah menghadapi serentetan ujian tingkat akhir. Hm time flies so fast...udah mau lulus SMA aja. Rasanya baru kemarin sibuk nentuin SMA mana yang mau dituju,eeh sekarang udh sibuk lagi nentuin perguruan tinggi yang mau dituju.

Selasa, 13 Maret 2018

THE LAST MAN STANDING,SULTAN ABDUL HAMID II




Ketika bicara tentang sejarah dunia,tentu tak terlepas dari  sejarah kekhilafahan. Ketika berbicara tentang kehkhilafan,juga tak terlepas dari sejarah gemilang yang pernah dicapai dua sultan Othmaniyyah. Dua sultan tersebut adalah Sultan Suleyman Al-Qonuny dan Sultan Abdul Hamid II. Tapi kali ini bahasan akan difokuskan ke masa kepemimpinan Sultan Abdul Hamid II. Sekalian sebenarnya saya ingin review serial drama turki yang berjudul Payithat Abdul Hamid II.

Jumat, 09 Maret 2018

FANATIK

Rasanya telinga kita sudah tak asing dengan kata yang satu ini. Orang-orang dewasa ini sangat mudah melabelkan suatu kelompok dengan kata 'fanatik'. Fanatik ialah orang yang keras mempertahankan pendirian,benci kepada orang yang berbeda pendirian. Dengan pengertian itulah,seringkali orang dengan sengaja mengartikan kata fanatik dari segi negatif. Padahal,jika kita mau melihat lebih jauh,tentu kita akan melihat sisi positif dari kata fanatik ini. 

Rabu, 21 Februari 2018

SALIH(AH) TAPI TAK BERDAYA GUNA

Berapa banyak diantara kita yang senang melakukan kebaikan?berapa banyak dari kita yang berusaha untuk menjadi salih(ah)?tapi,benarkah ingin menjadi sholeh atau malah hanya ingin terlihat salih?

Kamis, 01 Februari 2018

Belajar Mendengar

gue pengen sharing aja.ambil yang baik,tinggalin yg buruk. Entah kenapa gue sering banget  jadi tempat curhat temen-temen gue. Baik curhat tentang masalah keluarga,
pertemanan dan yang paling sering tentu saja tidak lain tidak bukan adalah masalah percintaan haha. Dari yang cuma kagum sama seseorang,yang lagi ngejalanin hubungan,yg abis putus dan segudang kisah unik lainnya pernah gue temuin.

Sejujurnya,gue juga gatau kenapa mereka mempercayai gue buat nyimpen kisah mereka dan bahkan ga sedikit dari mereka yang minta solusi dan nasihat. Sebagai muslim,
memberi nasihat merupakan salah satu hak kepada sesama muslim yang harus kita penuhi bukan?
dan agar tidak menjadi orang yang rugi,kita pun harus senantiasa saling menasihati dalam kebaikan. seperti yang terkandung dalam surat Al-Asr. Jadi sebenernya gue hanya berusaha memenuhi hak itu dan mencoba mengaplikasikan Al-Quran dalam kehidupan.

Menurut gue,menjadi pendengar itu penting. Jangan melulu inginnya di dengar. Hidup ini bukan hanya tentang diri,tapi juga tentang lingkungan yang terkadang selalu ingin dimengerti. Mendengarlah,
maka kalian akan belajar dari apa yang kalian dengar.

Mendengar sebenarnya bukan hal sulit. Kalau hanya sekedar mendengarkan,siapapun bisa melakukannya. Yang sulit itu kadang memahami apa yang kita dengar. Terlebih saat ada kawan yang cerita dengan topik yang dirasa kurang menarik dan cenderung bertele-tele. Aduhh jujur gue sendiri pun males dah kalo ketemu yang model begitu. Tapi gue tegasin lg ke diri gue bahwasannya pasti ada hikmah yang bisa diambil dan gue jadiin itu sebagai langkah untuk mendidik diri agar mau bersabar.

Satu lagi alasan kenapa kita harus jadi pendengar yg baik. Tujuannya agar kita lebih sedikit berbicara. Gue ngerasain sendiri ko,ketika memilih buat mendengarkan—dengan tulus—secara otomatis otak yang akan bekerja lebih keras mencari jawaban apa yang pantas diberi dan mulut hanya akan mengeluarkan apa yang di instruksi kan oleh otak.

Udah dah segitu aja. Kesimpulan dari penjelasan diatas adalah jadilah pendengar yang baik bagi siapapun. Dunia ini sudah sesak dengan mereka yang berebut untuk angkat bicara,tapi sedikit sekali yang memilih menjadi pendengar dan peneduh. Dengarkan saja,sekecil apapun cerita yang disampaikan oleh kawan kita. Lalu berikan respon terbaik dan sesuai dengan kondisi.Ucapkan dengan kalimat yang santun,yang berasal dari hati. Karena sesuatu yang berasal dari hati,akan sampai ke hati pula.

29 Januari 2018


Minggu, 21 Januari 2018

Naik kelas

Allah emang selalu punya cara-cara tak terduga untuk mendewasakan hamba-Nya.
Ya,ujian adalah cara Allah mendidik seorang hamba. Setiap hamba pasti diuji,sebagian diuji dengan masalah di diri nya sendiri,sebagian diuji seputar keluarga dan sebagian lain diuji dengan lingkungan sekitar. Kalau ditanya mana yg lebih berat,semuanya punya porsi nya masing-masing. Namanya juga ujian,ia ada untuk menaikkan level ketaqwaan seorang hamba.Ah terkadang kita nya saja yang terlalu manja tak ingin diuji. Apakah kau fikir kkau akan di diamkan saja setelah beriman?tidak,kalian pasti akan diuji. 

pesan ku untuk diriku dan dirimu. Bertahanlah,tekankan pada dirimu bahwa ujian ini hanya 2 menit. dua menit itu waktu yg singkat bukan?waktu terus berjalan,menit itu pasti berlalu. 

Satu lagi,berdoalah. Minta agar Allah kuat kan hati mu. Jika Allah mampu memberi apa yg tak kita minta,Allah pasti lebih mampu memberi apa yg kita pinta. Tak sedikit juga hamba yang berhasil melewati ujian. Kalau mereka saja Allah kuatkan hati nya,apa hatimu saja yang dilemahkan?Kalau mereka saja Allah teguhkan hatinya,apa tega Allah ragukan engkau yang telah berusaha?

Jakarta,17 Januari 2018
Nida Hanifah

Rabu, 10 Januari 2018

Di penghujung siang

"Kak,kk pandai bahasa inggris kan?ajari aku ya,aku pun ingin pandai bahasa inggris" pinta nya polos

Di penghujung siang,saat kami sedang menghafal quran,tiba-tiba ia mendatangi ku untuk diajari bahasa inggris. Tumben sekali,kata ku. Biasanya ia sangat berambisi mengejar target hafalannya,ah mungkin ingin rehat sebentar. 

"Kak,kk belajar bahasa inggris dari kelas berapa?"

"Gimana biar bisa pandai bahasa inggris kayak kk?"

Dan pertanyaan serupa lainnya yang menyangkut kemampuan ku berbahasa inggris. Aku jawab seadanya,tapi ia belum puas dan meminta ku menceritakan proses belajar ku sampai pandai,katanya. Yasudah ku ceritakan saja apa yang ia ingin tahu.

"Aku ga sepandai yang kamu kira ko,aku juga masih belajar. Lagipula kamu juga pandai berbahasa arab kan?aku malah pengen banget bisa lancar ngomong bahasa arab kayak kamu" kata ku

"Tapi temen-temen ku bilang bahasa inggris itu kan bahasa internasional,jadi lebih penting kak daripada bahasa arab"

"Hm.. gitu ya?tenang...tenang.. InsyaAllah beberapa tahun kedepan bahasa arab yg jadi bahasa internasional hehe"

Aku mencoba memberi sedikit pengertian,bahwa pandai berbahasa inggris pun belum tentu se bahagia yang ia pikirkan. Lalu dia bilang

"Ah kakak ini seperti papah ku aja,suka bilang kayak gitu untuk menghibur aku.  Yakan?hahaha" 

"Itu bukan lelucon bil. Kita tunggu aja InsyaAllah hehe" 

Aku tahu ia sangat berambisi untuk bisa berbahasa inggris,sampai ia lupa bahwa ia juga memiliki kemampuan berbahasa arab yang patut ia syukuri

"Kita emang harus terus belajar bil,tp jangan lupa juga bersyukur. Kamu tahu,ketika kamu disini ingin sekali bisa bahasa inggris,diluar sana juga banyak orang-orang yg sangat ingin bisa berbahasa arab. Aku salah satu contohnya nih hehe"

"Hmm iya tapi aku pun tetep mau pandai bahasa inggris kayak kk. Ajari aku yaaa" 

Ingin tertawa rasanya liat muka polos anak 15 tahun yang lagi memelas minta diajari bahasa inggris. 

"Iya iya kamu boleh tanya aku apa yang kamu mau tau. Tp kamu juga ajari aku bahasa arab ya,impas kita hahaha"

Begitulah sedikit percakapan 'colongan' yang terjadi saat waktu nya menghafal. Dari percakapan singkat itu aku merasa malu karena sedikit sekali syukur ku selama ini. Bertahun-tahun aku diberi kesempatan untuk belajar bahasa internasional itu,tp terkadang masih ku sia-sia kan. Dari percakapan itu juga aku jadi terpacu untuk mendalami bahasa arab,bahasa yang dipilih Allah.

Saat dauroh itu,keseharian nya memang lebih banyak menggunakan bahasa arab. Aku pun merasa skill inggris ku tak terpakai disana dan aku jadi orang yang paling sering nanya 'eh itu artinya apa?' Ketika denger percakapan ataupun penjelasan ustadz dalam bahasa arab dan sering juga minta tulisin tulisan arab panjang yg lagi diajarkan. 

Seringkali aku minder dengan hal-hal yang bagi mereka mungkin sepele tapi tidak bagi ku. Sebenarnya mungkin saja mereka memaklumi keterbatasan ku karena aku dari SD sampai SMA tidak sekolah di sekolah berbasis Islam. Tapi walaupun begitu,aku tetap berusaha agar kualitas ku sebagai santri amatiran bisa setara dengan mereka yang tinggal di pondok muehehe
© Andromeda Nida
Maira Gall