Assalamu’alaykum...
Huaaaaa ga berasa ramadhan sudah berlalu. Kenapa waktu berjalan begitu cepat? gue ngerasa belum optimal dalam memperjuangkan target ramadhan gue☹. Semoga kita semua ebih bersemangat untuk mencapai gelar muttaqin. Okelah gue mau share hal yang paaaaliiiingggg berkesan di ramadhan gue tahun ini hehe.
Seperti yang sempet gue singgung dalam tulisan gue sebelumnya, ramadhan ini gue ikut program dauroh/mukhoyyam Qur’an gitu. Yap! Kali ini berlokasi di daerah cihanjuang,Bandung.7 hari yang sangat singkat tapi juga sangat bermakna.
Kenapa gue bilang singkat tapi bermakna?
Senin, 12 Juni 2017
E D I S I - C U R H A T
Assalamu’alaykum
Gue lagi pengen cerita-cerita aja sih. Curhat deh lebih
tepatnya. Alhamdulillah ukk udah kelar gue jadi lebih tenang menikmati ramadhan
ini. Setiap ramadhan gue nemuin banyak orang yang berpulang ke pangkuan sang
Khaliq. Hal yang paling gue takut kalo ramadhan ini menjadi ramadhan terakhir
dalam hidup gue. Aduh serem kalo inget kata-kata itu.
Gue udah gasabar nih pengen ke tempat dauroh. Rindu bermesraan
dengan Qur’an tanpa ada yang ganggu dan rindu ingin bertemu para keluarganya
Allah,Although gue belum pernah ketemu mereka. Kali ini gue ambil di tempat
yang berbeda dari dua tempat yang sempet gue ikutin sebelumnya.
Kali ini di Bandung dan for the first time gue bakal
naek kereta Insya Allah dan gadianter sama orangtua. Tapi gue juga ga berangkat
sendiri,ada 4 temen gue yang lain juga Insya Allah. Pengen nyoba something new
aja sih haha soalnya dari kemarin kalo ikut dauroh selalu dianter jemput. Yap! It’s
time to wake from your comfort zone!
Oya terus gue pengen cerita aja kalo sekarang nih dari
tanggal 12-15 disekolah gue ada agenda tahunan yaitu pesantren kilat,sama lah
ya kayak sekolah-sekolah lain pada umumnya. Hanya saja kali ini,gue dan
temen-temen rohis nggak jadi panitia sepenuhnya. Gue bersyukur banget
setidaknya beban tanggung jawab acara ini ga seratus persen dipikul oleh kami,ada
pihak sekolah yang menopang plus alumni-alumni baik yang senior ataupun yang
baru lulus.
Banyak yang beranggapan pesantren kilat itu ga
penting. Gabut katanya. Gue pribadi juga tadinya sempet males buat masuk,tapi
melihat guru-guru gue begitu bersemangat mempersiapkan segalanya demi
kelangsungan acara ini,gue jadi malu sama diri sendiri. Seperti sebuah
tamparan,kenapa harus lelah melakukan kebaikan?
Okelah gue jadi lebih bersemangat masuk sekolah demi
kebaikan. Info sebelumnya,pengurus rohis ikut sebagai peserta. Tapi pas hari H
karna keterbatasan alumni,jadilah kita diminta untuk ngisi materi. Hadehhh,bukannya
gamau,masalahnya belum ada persiapan materi sama sekali. Ilmu kami masih sangat
sedikit untuk menyampaikan tanpa persiapan. Terlebih jika yang harus kami
sampaikan adalah materi yang belum pernah kami kaji.
Akhirnya berbekal mentoring kilat kurang lebih sekitar
15 menit oleh salah seorang alumni,jadilah kita masuk untuk membawakan materi. Ada
dua materi yang setiap materi durasinya 1 jam 30 menit. Kebayangkan gimana
maboknya ngejelasin materi yang persiapannya 15 menit dan pelaksanaannya 1 jam
30 menit.
Yaudah bismillah aja dah
tuh haha. Sampai di kelas,udah disuguhin pemandangan gaenak aja. Banyak yang
tidur,ada yang main hp dan ya sibuk sendiri dah pokoknya. Gue si udah ga kaget
dan gue muter otak gimana caranya biar mereka menyimak materi yang gue
sampaikan.
Sebagian kecil mendengarkan,sebagian besarnya lagi
tidak. Yasudah,tugas kita hanya menyampaikan bukan?mau terima sukur,kalo engga
ya yaudah. Udah ah gue rasa cukup. Makin sedih kalo diceritain lebih lanjut mah
haha. Maaf ya kalo tulisan unfaedah haha
KEKUATANKU UNTUKMU BERSAMA KEMULIAANMU
sepeninggalnya Rasulullah saw,para sahabat Anshar berkumpul untuk membicarakan terkait siapa yang akan menggantikan beliau.
Ketika Abu Bakar dan Umar mendengar informasi tersebut,mereka bergegas menemui kaum Anshar.
"Kaum Anshar menyelisihi kita. Mereka sedang berkumpul di Saqifah bani Sa'idah,berikut Ali dan Zubair"
Perselisihan semakin merebak diantara mereka. Kemudian Abu Bakar mengucapkan kata-kata yang membuat Umar terkesima. Kata-kata itu persis seperti yang ingin Umar sampaikan,bahkan lebih indah.
"Apa yang kalian katakan adalah sebuah kebaikan. Perkara ini tidak ada yang ahli,kecuali orang itu dari suku Quraisy. Mereka adalah orang Arab paling moderat dari sisi keturunan dan tempat tinggal. Aku ridha apabila kalian memilig diantara dua orang ini —Abu Bakar mengambil tangan Umar dan abu Ubaidah—maka baiat lah mana yang kalian mau" papar Abu Bakar
Kegaduhan pun semakin tak bisa dihindarkan. Akhirnya Umar berkata dengan suaranya yang lantang menggelegar
"Abu Bakar bentangkan tanganmu"
"Kau yang seharusnya membentangkan tangan mu wahai Umar" jawab Abu Bakar
Umar pun membalas " Kamu lebih utama daripada aku"
Abu Bakar balik menjawab " Kamu lebih kuat daripada aku"
Kemudian Umar menjawab lagi
"Kekuatanku untukmu bersama kemuliaanmu"
Akhirnya Abu Bakar membentangkan tangannya,kemudian Umar segera membaiat nya. Kaum Anshar dan Muhajirin juga lantas membaiat Abu Bakar
Begitulah sikap tawadhu para sahabat,mereka jauh dari keinginan pribadi dan semata untuk kepentingan umat Islam.Mereka tak pernah merasa lebih mulia dari yang lain
Langganan:
Postingan (Atom)