Senin, 12 Juni 2017

KEKUATANKU UNTUKMU BERSAMA KEMULIAANMU


sepeninggalnya Rasulullah saw,para sahabat Anshar berkumpul untuk membicarakan terkait siapa yang akan menggantikan beliau.

Ketika Abu Bakar dan Umar mendengar informasi tersebut,mereka bergegas menemui kaum Anshar.
"Kaum Anshar menyelisihi kita. Mereka sedang berkumpul di Saqifah bani Sa'idah,berikut Ali dan Zubair"

Perselisihan semakin merebak diantara mereka. Kemudian Abu Bakar mengucapkan kata-kata yang membuat Umar terkesima. Kata-kata itu persis seperti yang ingin Umar sampaikan,bahkan lebih indah.

"Apa yang kalian katakan adalah sebuah kebaikan. Perkara ini tidak ada yang ahli,kecuali orang itu dari suku Quraisy. Mereka adalah orang Arab paling moderat dari sisi keturunan dan tempat tinggal. Aku ridha apabila kalian memilig diantara dua orang ini —Abu Bakar mengambil tangan Umar dan abu Ubaidah—maka baiat lah mana yang kalian mau" papar Abu Bakar

Kegaduhan pun semakin tak bisa dihindarkan. Akhirnya Umar berkata dengan suaranya yang lantang menggelegar
 "Abu Bakar bentangkan tanganmu" 
"Kau yang seharusnya membentangkan tangan mu wahai Umar" jawab Abu Bakar
Umar pun membalas " Kamu lebih utama daripada aku"
Abu Bakar balik menjawab " Kamu lebih kuat daripada aku"
Kemudian Umar menjawab lagi
"Kekuatanku untukmu bersama kemuliaanmu"

Akhirnya Abu Bakar membentangkan tangannya,kemudian Umar segera membaiat nya. Kaum Anshar dan Muhajirin juga lantas membaiat Abu Bakar

Begitulah sikap tawadhu para sahabat,mereka jauh dari keinginan pribadi dan semata untuk kepentingan umat Islam.Mereka tak pernah merasa  lebih mulia dari yang lain

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Andromeda Nida
Maira Gall