Assalamu’alaykum
warahmatullah ...
Lama sekali rasanya tak
menghiasi laman ini hehe. Saat ini saya berniat untuk mengutarakan opini saya
tentang itu tuh yang masih anget. Ini based on my own perspective ya,kalian
boleh setuju boleh juga tidak. Maraknya kasus penistaan agama dan embel-embel
nya,membuat saya semakin geram,terlebih banyak juga komentar-komentar sok
netral. Lebih parahnya lagi,
sebagian orang malah ikut mengomentari suatu agama tanpa di dasari ilmu. Pihak satu kesal,memulai serangan, pihak lain membalas,lalu dibalas lagi daaaan begitu terus entah kapan akan terhenti.
sebagian orang malah ikut mengomentari suatu agama tanpa di dasari ilmu. Pihak satu kesal,memulai serangan, pihak lain membalas,lalu dibalas lagi daaaan begitu terus entah kapan akan terhenti.
Saya muslim. Disini,saya
hanya ingin menegaskan,khususnya pada kebanyakan muslim,bagaimana mereka harus
bersikap terhadap non muslim. Akhir-akhir ini saya banyak menemukan komentar
maupun kritikan yang terkesan netral. Entah kenapa saya suka sebel aja kalo
baca tulisan orang-orang sok netral. Untuk menghibur diri dan menghidari
suudzon terhadap sesama muslim,saya suka bilang ‘oh mungkin dia harus bersikap netral untuk mempertahankan diri’ atau ‘oh
mungkin dia berada di lingkungan mayoritas non muslim,jadi harus netral agar
tak di musuhi’ dan sedereeet ‘oh
mungkin’ yang lain.
Menurut saya,gaada yang
namanya ‘netral’ kalo bicara soal hati. Entah bagaimana,jika dihadapkan pada
dua pilihan tersulit sekalipun,hati nurani pasti lebih condong kepada salah
satunya. Begitupun halnya dalam masalah ini. Berada di kubu penista atau
pembela. Itu pilihannya. Sekeras apapun seseorang mencoba menjadi netral
diantara dua kubu itu,sungguh,cepat atau lambat orang itu akan memutuskan
pilihannya. Percayalah,itu sudah hukum alam. Jika ada yang mengatakan dirinya
netral,saya rasa orang itu telah membohongi dirinya sendiri.
Penista atau pembela.
siapa yang penista?siapa yang pembela? Berada di kubu mana kah kita? Jawabannya
bisa dilihat dari bagaimana pendapat dan sikap anda terhadap masalah ini. Untuk
kawan muslim ku,yang masih percaya bahwa Allah Tuhan yang satu,yang masih
percaya nabi Muhammad saw adalah utusan Allah,ayolah berfikir lebih jernih. Tak
perlulah menunjukan ‘saya muslim,tapi saya tidak merasa agama saya dihina...’ atau ‘saya
muslim dan saya sangat toleransi kalau blabla...’. Jadilah muslim yang
memegang teguh keimanan sekalipun ilmu kita masih sangat minim. Tunjukan bahwa ‘saya muslim dan saya berada di barisan
orang-orang mukmin’ setidaknya dengan berada di dalam barisan,walaupun
bukan yang terdepan,kita tidak akan berakhir menjadi orang sok tahu. Akui saja
kalau memang belum tahu, malaikat Atid pun tak mencatat ketidaktahuan sebagai
dosa. Jika pun ingin mencaritahu,bertayalah kepada mereka yang juga berada
dalam barisan.
Percuma saja membela
mereka mati-matian,mereka tetap akan tidak senang dengan kaum muslim. Mereka akan
berusaha dengan segenap harta,jiwa dan raga untuk menjauhkan umat Islam dari
ajaran Islam itu sendiri. Seperti yang Allah sampaikan
“orang-orang yahudi dan nasrani tidak
akan senang kepadamuhingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : ‘Sesungguhnya
Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)’. Dan sesungguhnya,jika kamu mengikuti
kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepada mu,maka Allah tidak akan lagi
menjadi pelindung dan penolong” (QS.Al-Baqoroh : 120)
Islam bagaikan
cahaya,tapi sayang cahaya itu kadang tertutup oleh umat Islam itu sendiri. Tak ada
paksaan dalam memeluk agama ini. Jadi, semoga kalian telah memutuskan berada di
pihak yang mana. Katakanlah yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Setiap
apapun pasti akan dimintai pertanggung jawaban kelak. Seperti halnya sebuah
tuisan pun akan dimintai pertanggung jawabannya,maka perhatikanlah kemana pena
mu bergerak. Semoga Allah mengampuni saya dan kawan-kawan semua.
“Wahai sekalian orang beriman
barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan
suatu kaum yang Dia cintai dan kaum tersebut mencintai Allah, mereka adalah
orang-orang yang lemah lembut kepada sesama orang mukmin dan sangat kuat
-ditakuti- oleh orang-orang kafir. Mereka berjihad dijalan Allah, dan mereka
tidak takut terhadap cacian orang yang mencaci”.
(QS. Al-Ma’idah: 54).
Tidak ada komentar
Posting Komentar