Selasa, 13 Maret 2018

THE LAST MAN STANDING,SULTAN ABDUL HAMID II




Ketika bicara tentang sejarah dunia,tentu tak terlepas dari  sejarah kekhilafahan. Ketika berbicara tentang kehkhilafan,juga tak terlepas dari sejarah gemilang yang pernah dicapai dua sultan Othmaniyyah. Dua sultan tersebut adalah Sultan Suleyman Al-Qonuny dan Sultan Abdul Hamid II. Tapi kali ini bahasan akan difokuskan ke masa kepemimpinan Sultan Abdul Hamid II. Sekalian sebenarnya saya ingin review serial drama turki yang berjudul Payithat Abdul Hamid II.


Sultan Abdul Hamid II naik tahta sekitar tahun 1876 M pada usia 34 tahun. Beliau adalah seorang sultan yang berusaha untuk menerapkan kembali syariat Islam yang kian hari kian lenyap di tengah masyarakat turki yang mulai berkiblat pada barat. Bagi temen-temen yang mungkin belum memiliki minat untuk membaca buku sejarah,mungkin film ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk belajar memahami sejarah kebudayaan Islam. Visualisasi yang ada pada film ini,setidaknya dapat memberikan kita gambaran tentang kehidupan masyarakat dunia dibawah naungan khilafah Islam.

Film yang memiliki latar sejarah ini pun benar-benar membuat saya takjub dengan strategi cemerlang yang dilakukan Sultan Abdul Hamid II sekaligus menimbulkan rasa benci kepada para pengkhianat negara. Yang membuat saya takjub sebenarnya bukan hanya siasat-siatat perang yang dibuat oleh sultan. Tapi juga keteguhan iman serta "semangat Al-Fatih" yang beliau kobarkan ditengah serangan barat yang bertubi-tubi. Belum lagi,banyak nya pengkhianat di dalam istana yang membuat sultan tak leluasa mengambil keputusan. Menurut saya bukan hal yang mudah untuk bertahan di lingkungan yang penuh dusta dan khianat. Dan Sultan Abdul Hamid mampu bertahan tanpa terpengaruhi delama kurang lebih 33 tahun.

Film ini juga akan membuat siapa saja yang masih memiliki rasa tanggung jawab agama dan negara dalam dadanya,merasa malu. Ya,malu karena tidak mampu meneruskan perjuangan para pemimpin untuk menanggung beban umat. Maka agak mengherankan rasanya,ketika ada seseorang yang religious malah dianggap ancaman bagi bangsa. Lalu timbul tanya,bagaimana mungkin seorang yg religious menjadi ancaman negara?sedangkan agama tersebut mengajarkan penganutnya untuk cinta dan berkorban demi tanah air.

Dalam film ini kita bisa melihat bagaimana cerdik nya Sultan Abdul Hamid II dalam melumpuhkan bahkan memutar serangan agar kembali kepada penyerangnya. Awalnya musuh beliau hanyalah beberapa orang dari kalangan zionis dan kristen yang ingin berkuasa. Sedangkan rakyat Othmaniyyah yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama—diantaranya islam,yahudi,kristen— hidup sejahtera dibawah naungan daulah Othmaniyyah. Mereka hidup nyaman menjalankan agamanya masing-masing selama 500 tahun lamanya khilafah berdiri. Bayangkan,kalau bukan karena hukum Allah yang ditegakkan,umur sebuah pemerintahan akan sulit mencapai 500tahun.

Salah satu contoh peristiwa yang terjadi adalah ketika Musuh—yang terdiri dari zionist,kristen,armenia,inggris dan pengkhianat—mencoba merancang strategi untuk membunuh yahudi tak bersalah yang tinggal di tepi palestin,dan mengatas namakan umat Islam yang membunuhnya. Mereka merencanakan itu agar negara-negara Eropa memusuhi Daulah Othmaniyyah dan berujung memberi izin kepada zionist untuk mendirikan negara di palestin. Tapi dengan izin Allah,melalui kecerdikan Sultan dan para penyiasatnya,rencana itu gagal total. Bahkan penyiasat inggris yang akan melakukan eksekusi itu ditangkap dan dihadapkan kepada Sultan.

Wajah asli Sultan Abdul Hamid II

Pokoknya Sultan Abdul Hamid II bener-bener the last man standing banget deh. Khalifah terakhir yang punya power untuk membuat barat tunduk kepada Islam. Power yang membuat Zaharof,seorang pembuat senjata Eropa bertekuk lutut ketika kapalnya akan dibakar oleh Sultan. Power yang juga membuat seorang wanita yahudi ceras bernam Zara,rela memohon hidup kepada Sultan.

Ohiya satu lagi yang gaboleh terlupa dari film ini,adalah kesetiaan dan ketangkasan beberapa mentri dan prajurit Sultan. Jalaluddin pasya, Kamaluddin pasya, Tahsin pasya dan Umar adalah favorit saya dalam film ini. Semoga Allah merahmati mereka semua atas jasanya untuk Islam.

Terakhir,saya sangat merekomendasikan film ini,khususnya buat pemuda Islam yang masih memiliki rasa tanggung jawab atas agamanya. Fyi,khilafah dihapus secara resmi pada 3 Maret 1924 dan digantikan oleh Turki sekuler. Tapi sejatinya,khilafah sudah runtuh saat Sultan Abdul Hamid II turun tahta secara paksa pada 1909. Semoga Allah menempatkan khalifah-khalifah akhir zaman serta orang-sorang setia yang menyertainya bersama Rasulullah saw di surga-Nya yang kekal. Aamiin yaa Rabbal alamin


Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Andromeda Nida
Maira Gall