Terkadang,kebahagiaan
tidak melulu harus di ekspresikan dengan tawa. Terkadang,air mata yang justru
hadir melengkapi sebuah kebahagiaan. Itu wajar bukan?ah aku benci sekali
mengatakannya,tapi begitulah kenyataannya.
Waktu
berlari begitu cepat,tanpa pernah peduli apa yang dilakukan manusia
terhadapnya. Manusia seringkali berandai untuk bisa mengulang waktu atau bahkan
mencoba menghentikan waktu. Ketahuilah,itu hanya sia-sia belaka.
Aku
sedang tidak baik-baik saja. Aku sedang berada dintara sedih dan bahagia. Tapi akan
ku pastikan,bahagia yang akan menang. Aku sedang mengumpulkan alasan untuk
tetap bahagia. Akan ku pastikan untuk menutup semua celah dengki dan hasad,agar
kebahagiaan itu mengalir tulus dan menghasilkan kebahagiaan lainnya.
Aku
ingin kecewa,ah tapi rasanya aku tidak berhak untuk itu. Aku ingin mengakatan ‘jangan pergi’,ah tapi rasanya itu
terlalu egois. Aku hanya butuh sedikit waktu untuk bisa kembali seperti semula.
Coretan kebahagiaan yang ia tinggalkan dalam lembaran buku ku,sudah lebih dari
cukup. Ah aku benci diriku yang seperti ini,seperti bukan aku. Tapi biarlah,kelak
aku akan belajar dari apa yang pernah ku lalui. Anggap saja ini angin ujian. Bukan
kah pohon kelapa dikatakan kuat setelah ia berhasil tidak tumbang ketika
diterpa angin?
Tidak ada komentar
Posting Komentar