Rabu, 24 April 2019

KEMI : BUKAN NOVEL BIASA


Setelah sekian lama menghilang dari dunia per-blog-an, saya kembali dan kali ini pengen bikin review salah satu buku keren yang belom lama saya baca. Yap seperti cover yang tertera diatas,buku yang akan saya review adalah salah satu buku karya Dr. Adian Husaini dengan judul Kemi.

SINOPSIS

Secara garis besar,buku trilogi Kemi ini menceritakan tentang dua orang santri yang memiliki kecerdasan luar biasa. Mereka juga merupakan santri andalan di pondok pesantren yang dimpimin oleh Kyai Rois. Dengan di iming-imingi beasiswa oleh salah satu alumni pondok bernama Farsan,Kemi pergi ke Jakarta dengan alasan ingin mencicipi lingkungan belajar baru diluar pesantren.


Kepergian Kemi ke Jakarta benar-benar telah merubah hidup Kemi. Pergaulan bebas yang dimasuki Kemi telah berhasil merubahnya menjadi seorang yang jauh dari Islam. Kecerdasannya dimanfaatkan oleh para oknum penyebar paham liberalism,pluralism dan sebagainya. Kemi pun lama-kelamaan terlibat dalam proyek-proyek besar penyebaran paham liberalism. Rahmat yang juga merupakan santri teladan di pondok merasa ada yang tidak beres ketika mengetahui siapa yang membawa Kemi ke Jakarta.

Singkat cerita,Rahmat ditantang oleh Kemi untuk masuk ke dunianya dengan tetap mempertahankan keimanan dan keislamannya. Rahmat merasa tertantang dan mohon izin kepada kyai untuk pergi dari pesantren. Dengan berat hati,kyai Rois mengizinkan Rahmat untuk ikut masuk ke dunia Kemi dengan tujuan menyelamatkan Kemi dari jeratan kaum liberal. Bagi Rahmat,ini merupakan tugas berat karena iman yang jadi taruhannya.

Di kampus,Rahmat terkenal karena bantahan-bantahan logis nya tentang paham liberal. Sampai pernah suatu ketika,dalam ruang diskusi,Rahmat mematahkan semua argument yang dikemukakan oleh seorang kyai liberal. Dan ketika diskusi berakhir,sang kyai merasa Allah sedang mengingatkan dirinya melalui Rahmat atas segala kekeliruan paham yang ia yakini. Tapi saat itu juga,sang kyai liberal tersebut tak sadarkan diri dan menjemput ajalnya. Setelah adanya diskusi itu,banyak tertulis headline berita “Kyai meninggal setelah didebat mahasiswanya”

REVIEW

Novel trilogy yang ditulis oleh Dr. Adian Husaini ini menampilkan alur yang sangat mudah dipahami dan tidak berbelit-belit. Investigasi kasus yang sering dilakukan oleh para tokoh-tokoh dalam novel ini juga mengajak pembaca untuk berpikir krtis dan berani dalam memperjuangkan kebenaran. Diskusi dan dialog para tokoh juga menjadi keseruan tersendiri karena dari situlah pembaca akan mendapatkan banyak wawasan baru,meskipun dalam beberapa dialog terdapat kata yang kasar dan Bahasa yang tinggi. Dr.Adian juga sangat piawai menyampaikan pesan yang sarat akan makna tanpa terkesan menggurui atau menghakimi.

Tanpa menanggalkan unsur faktualitas dan keabsahan logika yang dipaparkan, pembaca diajak untuk ikut mengarungi perjuangan para tokoh dalam menangkal pemikiran para penggiat Liberalisasi di Indonesia yang pada nyatanya berkeliaran disekitar kita sadar ataupun tidak.

Kesimpulan akhirnya novel Kemi ini seperti kumpulan obrolan para cendikia,yang sarat dengan argument retoris. Novel ini dapat dibaca oleh semua kalangan,baik dari kalangan awam ataupun kalangan intelek. Novel ini juga sangat saya rekomendasikan bagi para mahasiswa karena memang biasanya di dunia kampuslah kita akan mendapati banyak perbedaan paham.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Andromeda Nida
Maira Gall