Memiliki seorang adik
dengan down syndrome benar-benar sebuah anugerah sekaligus sebuah tes kehidupan
yang diberikan Allah. Segala puji bagi Allah yang telah menghadirkan ia dalam
hidupku. Kehadirannya membuat senyum kami merekah dan hidup kami dihujani
berkah.
Dulu aku sering
mengeluhkan,kenapa Allah titipkan adik seperti ini kepadaku?kenapa bukan
temanku si A atau si B saja,begitu pikirku. Katanya Allah tidak akan membebani
seseorang melebihi kesnggupannya. Tapi mengapa aku seringkali merasa tak
sanggup saat menjalaninya.?Apa aku orang yang tepat?
Semakin dewasa aku mulai
menyadari bahwa mungkin selama ini aku kurang bersyukur. Ya karena memang tidak
ada nikmat yang terlalu kurang, yang ada hanya syukur kita yang terlalu
sedikit. Harusnya aku bersyukur,karena lewat ia aku tahu bagaiamana menjadi
bermakna. Harusnya aku bersyukur,lewat ia Allah ingin aku menyelami lebih dalam
samudera kesabaran.
Aku teringat sebuah doa
yang aku pinta dulu “YaAllah.. jadikan hamba termasuk orang yang sabar” maka Allah
uji aku dengan hadirnya seorang adik yang sangat menguji kesabaran. Katanya mau
jadi orang sabar,berarti memang harus ada tes untuk membuktikan kita termasuk
orang yang sabar atau tidak. Logis bukan?. Jadi ingat,setiap doa memiliki
konsekuensi dan konsekuensi meminta sabar itu cukup berat. Tapi tenang,Allah
juga menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang mau bersabar.
Ketika dunia terasa
mengkhianati,ingat bukan cuma kita yang sedang menjalani tes. Everyone have
their own test. Setiap orang diuji dengan masalah sesuai dengan porsi yang
telah Allah tetapkan. Bcs life is a test ! jangan berhenti bersyukur,meski
terkadang kita perlu berjuang keras untuk menata hati agar bisa ikhlas. Dunia ini
mengecewakan. Hanya orang yang bersyukur yang tidak merasakananya.
#SelfReminder
Tidak ada komentar
Posting Komentar