Senin, 29 April 2019

SYUKURI DENGAN IKHLAS ~ SABAR TANPA BATAS

Memiliki seorang adik dengan down syndrome benar-benar sebuah anugerah sekaligus sebuah tes kehidupan yang diberikan Allah. Segala puji bagi Allah yang telah menghadirkan ia dalam hidupku. Kehadirannya membuat senyum kami merekah dan hidup kami dihujani berkah.

Dulu aku sering mengeluhkan,kenapa Allah titipkan adik seperti ini kepadaku?kenapa bukan temanku si A atau si B saja,begitu pikirku. Katanya Allah tidak akan membebani seseorang melebihi kesnggupannya. Tapi mengapa aku seringkali merasa tak sanggup saat menjalaninya.?Apa aku orang yang tepat?


Semakin dewasa aku mulai menyadari bahwa mungkin selama ini aku kurang bersyukur. Ya karena memang tidak ada nikmat yang terlalu kurang, yang ada hanya syukur kita yang terlalu sedikit. Harusnya aku bersyukur,karena lewat ia aku tahu bagaiamana menjadi bermakna. Harusnya aku bersyukur,lewat ia Allah ingin aku menyelami lebih dalam samudera kesabaran.

Aku teringat sebuah doa yang aku pinta dulu “YaAllah.. jadikan hamba termasuk orang yang sabar” maka Allah uji aku dengan hadirnya seorang adik yang sangat menguji kesabaran. Katanya mau jadi orang sabar,berarti memang harus ada tes untuk membuktikan kita termasuk orang yang sabar atau tidak. Logis bukan?. Jadi ingat,setiap doa memiliki konsekuensi dan konsekuensi meminta sabar itu cukup berat. Tapi tenang,Allah juga menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang mau bersabar.

Ketika dunia terasa mengkhianati,ingat bukan cuma kita yang sedang menjalani tes. Everyone have their own test. Setiap orang diuji dengan masalah sesuai dengan porsi yang telah Allah tetapkan. Bcs life is a test ! jangan berhenti bersyukur,meski terkadang kita perlu berjuang keras untuk menata hati agar bisa ikhlas. Dunia ini mengecewakan. Hanya orang yang bersyukur yang tidak merasakananya.

#SelfReminder

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Andromeda Nida
Maira Gall