Kecewa merupakan sebuah
sikap yang biasanya muncul ketika
sesuatu yang kita harapkan tidak terjadi. Disadari atau tidak,sebenarnya kecewa
juga merupakan pilihan. Tentang sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan,kita bisa
memilih untuk bersikap lapang atau kecewa.
Sama halnya dalam
mempercayai seseorang,teman misalnya. Ketika kita memilih untuk percaya kepada
teman atau sahabat,itu berarti kita siap untuk kecewa suatu hari nanti. Hari ini
kita dikecewakan,tapi mungkin suatu hari kita yang akan mengecewakan teman
kita. Tapi bagaimana jika aku tak siap kecewa? Hm mungkin porsi kepercayaannya
yang harus sedikit dikurangi. Sisihkan sedikit ruang untuk dirimu sendiri. Meskipun
tetap akan ada celah untuk merasa kecewa,setidaknya tidak terlalu menyakitkan.
Sebenarnya kepercayaan
itu mesti dibangun. Dari bawah,dari sedikit dan bertahap. Kepercayaan bukan
barang instan yang siap dalam 1 atau 2 hari. Maka wajar bila ada yang
mengatakanbahwa sebuah kepercayaan itu layaknya selembar kertas putih yang
bersih. Sekali kertas di di nodai dengan coretan-coretan hitam,engkau tetap bias
menghapusnya. Tapi tidak sebersih dulu dan tetap akan meninggalkan bekas.
Coba periksa
kembali,sudahkah kita mempercayai orang yang tepat?jika tak siap
kecewa,kendalikan porsi kepercayaan mu pada orang lain. Kamu pasti tahu mana
yang terbaik untuk dirimu.
Subang,17 Maret 2019

Tidak ada komentar
Posting Komentar