Jumat, 10 Maret 2017

Di Jalan Kebangkitan

Kebangkitan harus dibangun diatas pilar tarbiyah. Pertama kali bangsa ini harus dididik untuk memahami haknya secara utuh. Ia harus mempelajari berbagai sarana yang dipergunakan untuk memperoleh hak-haknya tersebut, dan dididik utnuk meyakininya.keyakinan ini harus terpatri kuat dalam dirinya. Atau dengan kata lain, bangsa ini harus belajar tentang
jalan kebangkitannya secara teori dan praktek.

Hal itu membutuhkan waktu yang lama karena ia merupakan “kurikulum pendidikan” untuk mengajar sebuah bangsa. Karenanya, bangsa ini harus mempunyai kesabaran,ketekunan dan semangat berjuang yang menyala. Bangsa manapun yang berusaha menghindar dari bats-batas kewajarannya,ia akan memperoleh hasil yang nihil. Sebuah negeri yang mengiginkan kebangkitan harus menyiapkan sebuah “madrasah” yang siswanya adalah seluruh rakyat,gurunya adalah paraa pemimpin dan pejabat,sedangkan ilmu yang dipelajarinya adalah berbagai hak dan kewajiban secara umum,disamping tujuan dan sarananya. Untuk itu ada hal lain yang harus disusun, yaitu kurikulum dan kepemimpinan.

kurikulum harus disesuaikan dengan kemampuan,bersifat praktis dan hasilnya bisa dilihat,sekalipun sedikit.Sedangkan pemimpin,ia harus dipilih dan siap menerima kritik. Jika telah meraih kepercayaan,seorang pemimpin harus ditaati dan didukung.. pemimpin haruslah seorang yang tertarbiyah, bukan seorang yang dipilih karena keadaan darurat atau seorang pemimpin yang diangkat dengan alasan “daripada tidak ada pemimpin”

adapun seorang pemimpin yang dilahirkan oleh keaadaan, ia selalu ingin segera memperoleh hasil sebelum menyiapkan sarana serta tertipu oleh keangkuhan mereka sebagai pemimpin bangsa dan tertipu pula oleh perangkap politik. Mereka menyangka gurun pasir yang tandus dan kering sebagai air,lantas mengejarnya. Akan tetapi ketika mencapainya,mereka tidak menemukan apa-apa kecuali sekedar menghamburkan tenaga,mengorbankan waktu dan menghabiskan bekal. Mereka terpaksa mundur ke titik permulaan dan menelan kerugian; tidak maju dan tidak pula memperoleh keuntungan.

Jika suatu bangsa mau memahami hakikat ini dengan pikiran yang jernih, mengakhiri pengalaman-pengalaman pahit masa lampau dan kembali kepada kebangkitannya dengan benar,menaruh perhatian kepada hal-hal yang bermakna danfaktual, mengabaikan angan-angan kosong serta menyiapkan kesabaran yang panjang untuk berjuang,niscaya ia akan meraih keberhasilan. Insya Allah..

Tulisan diatas itu... adalah sebuah tulisan dari salah satu tokoh favorit saya. Beliau adalah seorang guru besar sekaligus pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin. Saya mengutip tulisan ini dari salah satu karya beliau yang berjudul 'Memoar'.

Sebenarnya, beliau membuat tulisan ini untuk bangsa nya sendiri,Mesir.Tapi, saya rasa pemikiran ini cocok diterapkan bangsa manapun yang ingin bangkit.Rasanya, saya ingiiinnn sekaliii menuliskan lebih banyak lagi tentang beliau dan tentang perjalanan dakwahnya tapii nanti deh InsyaAllah jika ada kesempatan hehe. Yowislah sekian. Ohiya hampir lupa,beliau adalaaaaahhhh Imam HasanAl-Banna ....

Jika kalian belajar sejarah Indonesia,kalian tentu mengenal beliau karena kontribusinya yang besar terhadap bangsa ini. Kalau kalian udah belajar sejarah Indonesia tapi masih ga kenal beliau, yaaa berarti kalian dan saya adalah para korban manipulasi sejarah HaHaHa :D







2 komentar

© Andromeda Nida
Maira Gall