![]() |
| Fated to Love You |
Haiii
haii. Lagi pengen review film nih. Eh bukan review sih, lebih tepatnya mau
berbagi apa yang gue pelajari dari apa yang gue tonton.Tapi bukan film sih,
Kdrama hahaha. Jadi ceritanya,sekarang ini gue masih dalam suasana liburan
panjang, saking panjangnya sampe lupa hari dan tanggal because everyday feel like Sunday wkwk.
Satu
minggu ini gue sudah melahap 2 serial Kdrama. Masing-masing berjudul Fated to Love You dan The Prime Minister and I. Oya, fyi gue
bukan penggemar berat Kdrama ya, biasa aja. Gue juga sangat selektif untuk
menentukan drama apa yang bakal gue tonton. Kenapa? Karena gue percaya tontonan
itu bisa mempengaruhi kepribadian dan perilaku seseorang. Seperti kalimat you are what you watch. That’s why
selain buat hobi, gue juga harus bisa membatasi diri dari tontonan yang
unfaedah wkwk.
![]() |
| The Prime Minister and I |
Oke
dari kedua Kdrama tersebut, keduanya sama-sama menceritakan tentang kawin
kontrak tapi dengan latar cerita yang berbeda. Sekali lagi gue tidak
benar-beanar me review serial ini karena kalian bisa menemukan ratusan blog
yang mereview serial ini di google. Gue hanya mencoba menuliskan hasil analisis
gue terhadap 2 serial ini karena gue menemukan beberapa kesamaan. Jadi apa aja
yang bisa dipelajari dari 2 serial Kdrama tersebut?
- 1. Ketulusan
Baik
di Fated to Love you maupun The Prime Minister and I, kedua tokoh
utamanya mengajarkan kita buat jadi orang yang tulus dalam hal apapun, terutama
dalam membantu orang lain. Karena pada akhirnya buah dari ketulusan adalah
kebahagiaan. Meskipun kenyataannya memang tidak selalu begitu sih. Banyak juga
kan kasus dimana kita tulus membantu orang lain, tapi kemudian orang itu malah
tidak tau terimakasih.
Gue salut sama tokoh wanita di Fated to Love
you, Kim Mi Young. Meskipun ia terjebak dalam kesalahan fatal bagi seorang
wanita, ia tetap berjuang merawat bayi yang sedang dikandungnya dengan tulus
dan penuh kasih sayang. Nah karena ketulusan Mi Young sama bayi yang sedang
dikandungnya, perlahan suami yang dinikahinya atas dasar kontrak juga jadi
luluh hatinya.
Kalo
di The Prime Minister and I juga
tokoh wanitanya menurut gue keren. Karena beda dari biasanya, ia harus menikahi
seorang duda dengan 3 anak. Seperti biasanya juga, tidak semua anak senang
punya ibu tiri. Gue keinget gimana si tokoh wanita disini perhatian dan sayang
banget sama anak-anak suami kontraknya itu. Sampe diakhir, ketika dia mulai
cinta beneran sama sang suami, eh ibu kandungnya anak-anak itu muncul. Jujur
bagian ini sangat menjengkelkan karena merusak ekspetasi para penonton wkwk.
Tapi lagi-lagi ketulusan seolah dijadikan pemeran utama di film ini. Saking
baiknya si tokoh wanita ini, dia berusaha mengembalikan posisi si ibu kandung
dan memilih pergi dari kehidupan sang suami. Pokoknya ceritanya emang agak
rumit sih, tapi menarik buat diikutin.
- 2. Kepemimpinan dan Kepercayaan
Kedua
tokoh pria Kdrama diatas sama-sama seorang pemimpin. Yang satu semacam pemilik
perusahaan kimia gitu, yang satu lagi seorang perdana menteri. Dari mereka gue
belajar, bahwa dalam memipin juga berarti harus selalu meluruskan niat. Ketika
banyak kerikil yang ditujukan kepada kita,ingat kembali apa tujuan kita
memimpin. Juga tenang kepecayaan. Kebayang ga gimana rasanya di khianati sama
orang yang sudah kita percaya selama 20 tahun?dan orang lain yang sangat ingin
kita percayai, ternyata adalah orang yang ingin balas dendam sama kita. Ngeri
banget sih kalo ada yang kayak begitu di dunia nyata. Tapi atas saran tokoh
wanita, si tokoh pria ini akhirnya memilih untuk percaya saja tanpa alasan
apapun. Dari situ gue belajar, kalo mau memiliki seorang yang bisa dipercaya,
ya pertama harus kasih dia kepercayaan dulu. Terlepas nanti orang itu
mengkhianati kita, itu bukan kesalahan kita karena mempercayainya.
- 3.
Kebohongan
Ada
pepatah yang mengatakan, sepintar-pintarnya kita menyimpan bangkai, pasti akan
tercium juga baunya. Mungkin yang namanya kebohongan juga seperti itu. Seberapa
lamanya pun sebuah kebohongan ditutup-tutupi, nanti akan ada saat dimana semuanya
akan terungkap. Ada saatnya, sebuah kebohongan harus dibayar dengan harga yang
besar.Karena kebenaran akan selalu mencari celah untuk keluar.
Di
kedua drama tersebut, menceritakan tentang kawin kontrak yang berarti menikah
hanya untuk sebatas keperluan tertentu. Padahal menikah ga sebecanda itu bro
wkwk. Meskipun diakhir cerita selalu dibuat mereka saling jatuh cinta beneran,
tapi tetep aja ketika kebohongan itu terungkap, akan banyak pihak yang merasa
ditipu. Biasanya sih orang tua dan sanak saudara. Kadang gue mikir, beneran ada
gasih orang yang nekat main-main sama pernikahan gitu?secara, effort yang harus
dikeluarkan buat melakukan kawin kontrak itu juga sama kayak pernikahan
sesungguhnya. belom ribet ngurus administrasi pernikahan, lamaran, resepsi dan
segala tetek bengek pernikahan pada umumnya.
Over
all, kesimpulan gue dalam hal ini adalah mungkin aja ada orang yang berani
melakukan kawin kontrak, tapi bisa dipastikan yang melakukan itu adalah mereka
dari kalangan atas yang emang punya alat untuk bermain dengan pernikahan. Juga mereka
adalah yang mungkin terdesak sama keadaan dan akhirnya ga mikir panjang saat
memutuskan untuk melakukan kawin kontrak.
Okelah
segitu dulu pandangan absurd gue tentang Kdrama yang habis gue tonton. Setidaknya
gue dapet wawasan baru tentang pernikahan....kontrak hahaha. Meskipun drama ini
bagus menurut gue, tapi gue ga meminta siapapun buat nonton ini. Yang mau
nonton silakan, yang engga juga ga masalah. Karena biar gimana juga kan
pendapat dan pandangan orang beda-beda. Banyak yang suka, tapi ga sedikit juga
yang anti. So, semoga pesan yang gue ambil dari film bisa bermanfaat terutama
buat diri gue sendiri. Sekian. Terima kasih.


Tidak ada komentar
Posting Komentar