Kamis, 25 Juli 2019

Kdrama : Antara Ketulusan, Kepercayaan dan Kebohongan

Fated to Love You


Haiii haii. Lagi pengen review film nih. Eh bukan review sih, lebih tepatnya mau berbagi apa yang gue pelajari dari apa yang gue tonton.Tapi bukan film sih, Kdrama hahaha. Jadi ceritanya,sekarang ini gue masih dalam suasana liburan panjang, saking panjangnya sampe lupa hari dan tanggal because everyday  feel like Sunday wkwk.

Satu minggu ini gue sudah melahap 2 serial Kdrama. Masing-masing berjudul Fated to Love You dan The Prime Minister and I. Oya, fyi gue bukan penggemar berat Kdrama ya, biasa aja. Gue juga sangat selektif untuk menentukan drama apa yang bakal gue tonton. Kenapa? Karena gue percaya tontonan itu bisa mempengaruhi kepribadian dan perilaku seseorang. Seperti kalimat you are what you watch. That’s why selain buat hobi, gue juga harus bisa membatasi diri dari tontonan yang unfaedah wkwk.


The Prime Minister and I


Oke dari kedua Kdrama tersebut, keduanya sama-sama menceritakan tentang kawin kontrak tapi dengan latar cerita yang berbeda. Sekali lagi gue tidak benar-beanar me review serial ini karena kalian bisa menemukan ratusan blog yang mereview serial ini di google. Gue hanya mencoba menuliskan hasil analisis gue terhadap 2 serial ini karena gue menemukan beberapa kesamaan. Jadi apa aja yang bisa dipelajari dari 2 serial Kdrama tersebut?
  1. 1. Ketulusan

Baik di Fated to Love you maupun The Prime Minister and I, kedua tokoh utamanya mengajarkan kita buat jadi orang yang tulus dalam hal apapun, terutama dalam membantu orang lain. Karena pada akhirnya buah dari ketulusan adalah kebahagiaan. Meskipun kenyataannya memang tidak selalu begitu sih. Banyak juga kan kasus dimana kita tulus membantu orang lain, tapi kemudian orang itu malah tidak tau terimakasih.

Gue salut sama tokoh wanita di Fated to Love you, Kim Mi Young. Meskipun ia terjebak dalam kesalahan fatal bagi seorang wanita, ia tetap berjuang merawat bayi yang sedang dikandungnya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Nah karena ketulusan Mi Young sama bayi yang sedang dikandungnya, perlahan suami yang dinikahinya atas dasar kontrak juga jadi luluh hatinya.

Kalo di The Prime Minister and I juga tokoh wanitanya menurut gue keren. Karena beda dari biasanya, ia harus menikahi seorang duda dengan 3 anak. Seperti biasanya juga, tidak semua anak senang punya ibu tiri. Gue keinget gimana si tokoh wanita disini perhatian dan sayang banget sama anak-anak suami kontraknya itu. Sampe diakhir, ketika dia mulai cinta beneran sama sang suami, eh ibu kandungnya anak-anak itu muncul. Jujur bagian ini sangat menjengkelkan karena merusak ekspetasi para penonton wkwk. Tapi lagi-lagi ketulusan seolah dijadikan pemeran utama di film ini. Saking baiknya si tokoh wanita ini, dia berusaha mengembalikan posisi si ibu kandung dan memilih pergi dari kehidupan sang suami. Pokoknya ceritanya emang agak rumit sih, tapi menarik buat diikutin.

  1. 2.   Kepemimpinan dan Kepercayaan

Kedua tokoh pria Kdrama diatas sama-sama seorang pemimpin. Yang satu semacam pemilik perusahaan kimia gitu, yang satu lagi seorang perdana menteri. Dari mereka gue belajar, bahwa dalam memipin juga berarti harus selalu meluruskan niat. Ketika banyak kerikil yang ditujukan kepada kita,ingat kembali apa tujuan kita memimpin. Juga tenang kepecayaan. Kebayang ga gimana rasanya di khianati sama orang yang sudah kita percaya selama 20 tahun?dan orang lain yang sangat ingin kita percayai, ternyata adalah orang yang ingin balas dendam sama kita. Ngeri banget sih kalo ada yang kayak begitu di dunia nyata. Tapi atas saran tokoh wanita, si tokoh pria ini akhirnya memilih untuk percaya saja tanpa alasan apapun. Dari situ gue belajar, kalo mau memiliki seorang yang bisa dipercaya, ya pertama harus kasih dia kepercayaan dulu. Terlepas nanti orang itu mengkhianati kita, itu bukan kesalahan kita karena mempercayainya.

  1. 3.     Kebohongan

Ada pepatah yang mengatakan, sepintar-pintarnya kita menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga baunya. Mungkin yang namanya kebohongan juga seperti itu. Seberapa lamanya pun sebuah kebohongan ditutup-tutupi, nanti akan ada saat dimana semuanya akan terungkap. Ada saatnya, sebuah kebohongan harus dibayar dengan harga yang besar.Karena kebenaran akan selalu mencari celah untuk keluar.

Di kedua drama tersebut, menceritakan tentang kawin kontrak yang berarti menikah hanya untuk sebatas keperluan tertentu. Padahal menikah ga sebecanda itu bro wkwk. Meskipun diakhir cerita selalu dibuat mereka saling jatuh cinta beneran, tapi tetep aja ketika kebohongan itu terungkap, akan banyak pihak yang merasa ditipu. Biasanya sih orang tua dan sanak saudara. Kadang gue mikir, beneran ada gasih orang yang nekat main-main sama pernikahan gitu?secara, effort yang harus dikeluarkan buat melakukan kawin kontrak itu juga sama kayak pernikahan sesungguhnya. belom ribet ngurus administrasi pernikahan, lamaran, resepsi dan segala tetek bengek pernikahan pada umumnya.

Over all, kesimpulan gue dalam hal ini adalah mungkin aja ada orang yang berani melakukan kawin kontrak, tapi bisa dipastikan yang melakukan itu adalah mereka dari kalangan atas yang emang punya alat untuk bermain dengan pernikahan. Juga mereka adalah yang mungkin terdesak sama keadaan dan akhirnya ga mikir panjang saat memutuskan untuk melakukan kawin kontrak.

Okelah segitu dulu pandangan absurd gue tentang Kdrama yang habis gue tonton. Setidaknya gue dapet wawasan baru tentang pernikahan....kontrak hahaha. Meskipun drama ini bagus menurut gue, tapi gue ga meminta siapapun buat nonton ini. Yang mau nonton silakan, yang engga juga ga masalah. Karena biar gimana juga kan pendapat dan pandangan orang beda-beda. Banyak yang suka, tapi ga sedikit juga yang anti. So, semoga pesan yang gue ambil dari film bisa bermanfaat terutama buat diri gue sendiri. Sekian. Terima kasih.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Andromeda Nida
Maira Gall